Tuesday, 18 March 2014

PERTEMUAN 1

TEKNOLOGI BARCODE

 
Tanpa kita sadari, barcode sudah amat sering dijumpai dalam kehidupan sehari, mulai dari produk makanan, obat-obatan, tiket pesawat, SIM, ISBN buku bahkan pada kartu tanda siswa/ mahasiswa pun terdapat barcode.

Pada dasarnya barcode tersusun atas gari-garis vertical hitam (bar) dan putih (spasi) dengan ketebalan yang berbeda. Selain itu barcode juga dapat digambarkan dengan angka 1 untuk melambangkan garis hitam dan angka 0 untuk garis putih.

Barcode dibaca dengan menggunakan sebuah alat baca barcode atau lebih dikenal dengan Barcode Scanner. Sedangkan untuk membantu pembacaan barcode secara manual maka dicantumkan angka-angka atau huruf-huruf dibawah barcode tersebut.

Fungsi dari barcode adalah, menyimpan data-data spesifik seperti kode produksi, tanggal kadarluasa, maupun nomor identitas dan masih banyak lagi profit yang dapat diambil dari penggunaan barcode.

Teknologi yang diterapkan pada barcode antara lain.

1.       Teknologi Laser
Teknologi laser menggunakan dioda laser berkekuatan 650 ns. Prinsip dari teknologi ini adalah dengan menambahkan sebuah motor yang bergerak ke kiri dan kanan secara cepat maka titik laser akan membentuk sebuah garis. Garis laser ini yang membaca barcode dan menerjemahkannya kedalam sandi ASCII.

2.       Teknologi CCD
Teknologi CCD (Charge Coupled Device) menggunakan sinar infra-red, berbeda dengan sistem laser, seperti pemakaian pada kamera. Pembacaan dengan scaner CCD dengan cara object barcode ditempelkan pada jarak maksimal 2 cm.

3.       Teknologi Linear Imager
Teknologi yang terbaru menggunakan linear imager red lead. Kemampuan dalam teknologi ini adalah dapat membaca barcode 2 dimensi. Beberapa vendor barcode scanner terkemuka mulai menggunaan teknologi ini, seperti Data Logic, Metrologic, Symbol, HHP, Postronix, dan lain-lain.

Di Indonesia sendiri organisasi yang mengelola dan mengatur penggunaan Barcode adalah GS1. Dengan mendaftarkan kode barcode perusahaan ke GS1 maka perusahaan tersebut akan mendapatkan kode barcode khusus yang tidak akan bisa diduplikasi oleh perusahaan lain. Simbologi yang dipakai di GS1adalah EAN atau Europe Article Number yang terdiri dari 13 atau 8 digit. Informasi lebih lanjut mengenai GS1 bisa dilihat di situsnya www.gs1.com

Bagaiman koneksi alat pembaca barcode dengan komputer ???,..

Ada 2 macam koneksi, yaitu sistem keyboard wedge dan sistem output RS232. Sistem ini menerjemahkan hasil pembacaan barcode sebagai masukan (input) dari keyboard. Biasanya menggunakan port serial pada komputer. Kita memerlukan software perantara, umumnya disebut software wedge, yang akan mengalamatkan bacaan dari barcode ke software pengolahan data barcode tersebut, karena setelah kita men-scan barcode bukan berarti kita telah menciptakan sistem barcode yang lengkap dan efektif. Untuk itu, diperlukanlah database untuk membaca informasi yang ada dalam barcode tersebut. 
Software atau aplikasi yang dapat digunakan untuk mendesain sebuah database banyak sekali, baik bersifat open-source maupun yang close-source. Semua itu dibuat untuk memudahkan dalam mendesain database sebagai media penyimpanan data. Contoh-contoh aplikasi database yang digunakan untuk database dekstop maupun untuk database client/server atau Web base tersebut adalah:
1. DBASE III Plus
2. Microsoft Acces
3. Paradox
4. SQL SERVER
5. MySQL
6. Oracle
7. PostgreSQL
8. Fire Bird

Sumber : Implementasi Teknologi Barcode dalam Dunia Bisnis
Penerbit : Andi Offset

20 comments:

  1. Mungkin nggak sih angka atau huruf yg ada di dalam code barcode itu bisa terjadi double code ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Nomor barcode tidak mungkin ada yang kembar, apabila barang-barang yang umum dijual di toko atau produk dagang yang sudah memasarkan ke pasar umum dan luas (public), biasanya mereka sudah mendaftarkan nomer barcode nya ke GS1, karena disana merupakan lembaga Internasional yang ada di Indonesia yang mengelola dan mengatur penggunaan barcode.
      Tetapi apabila dalam barang yang tidak dijual secara umum, dan tidak ada barcode dalam kemasannya. Biasanya toko yang menjual barang-barang tersebut, untuk mempermudah penginputan dalam penjualan maka toko tersebut biasanya membuat barcode untuk kalangan sendiri. Jadi tidak di daftarkan.
      Jadi secara teori, nomor barcode tidak mungkin kembar.
      Terima Kasih.

      Delete
  2. Kelemahan dari Teknologi Laser dalam Pembacaan Barcode apa saja yaa ???,..
    Mengingat dari banyaknya perkembangan teknologi, pasti ada sisi kelemahan - kelemahannya,..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semua teknologi mempunyai kelemahan. Kelemahan dari barcode scanner laser ini tidak biasa digunakan untuk membaca barcode 2 dimensi, hanya pada barcode bar saja. Kemudian barcode scanner ini juga rentan rusak jika jatuh.

      Delete
  3. Dalam teknologi CCD, jangkauan jarak terluas untuk dapat menscan itu berapa ya ???,..

    ReplyDelete
    Replies
    1. Dalam teknologi CCD terdapat kelas-kelasnya.
      Kalo yang paling jauh pembacaannya itu kelas Long Range Scan Distance CCD, sampai 30 cm dapat menscan barcode

      Delete
  4. Sebutkan contoh produk dengan menggunakan Teknologi Linier Imager yang sudah beredar di Indonesia ??,...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Banyak produk yang menggunakan Teknologi Linier Imager. karena teknologi ini paling baik dalam pembacaan barcode scanner.
      Contoh produknya : Datalogic PSC QS2500,Datalogic Heros PS-130, Datalogic PSC QS6500, Metrologic MS1890, Postronix Proxima, Honeywell IT3800g, dan Intermec SR30.

      Delete
  5. Sekarang ini banyak yang mnggunakan QRCode, yang saya tanyakan apakah QRCode ini secara fungsi sama dengan barcode bar? Dan apakah ada perbedaan diantara kedua barcode tersebut??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Secara fungsi umum sama, yaitu untuk menyimpan data-data spesifik dari produk tersebut. Tapi ada perbedaan diantara barcode bar dengan QRCode.
      Barcode bar merupakan barcode 1 Dimensi, sedangkan QRCode merupakan barcode 2 Dimensi. Sehingga jelas data yang dapat dimasukan kedalam QRCode lebih besar dibandingkan Barcode Bar. Jika dengan barcode 1D kita hanya dapat memasukkan kode digit 5-20 digit. Sedangkan Barcode 2D dapat menampung hingga ratusan digit kode.

      Delete
  6. Bisa gak kita mengetahui asal produk itu dari negara mana jika produk tersebut sudah didaftarkan? Kalau bisa gmn caranya??

    ReplyDelete
    Replies
    1. Bisa, dengan cara membaca 3 digit pertama barcode tersebut. Contoh dengan awalan 690,691 atau 692 adalah made in china. Sedangkan barcode dengan awalan 899 adalah made in Indonesia. Seperti itu caranya, sekarang bsa di lihat produk tersebut berasal dari negara mana hanya dengan melihat kode barcode tanpa harus menscan barcode tersebut.

      Delete
  7. Di zaman yang semakin modern ini, semua sistem yang digunakan pun semakin termodernisasi.
    awal mula penginputan data yang manual, sekarang hanya tinggal tembak pake laser kemudian data pun tersimpan.
    tetapi zaman terus maju dan tekhnologi akan terus berkembang.
    kira - kira apa barcode scanner ini akan terus bertahan atau akan tergantikan dengan tekhnologi yang baru ya. tetapi apapun perubahannya selama itu mempermudah setiap kegiatan manusia, pasti akan terus didukung. :D

    Maulidian arbi | maulidianarbi.wordpress.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Biasanya sih masih akan terus dipertahankan,..
      Namun, daya pemakaiannya yang mulai akan berkurang,...
      :)

      Delete
  8. Dengan barcode seorang kasir akan lebih mudah menghitung harga dari sebuah makanan yang dibeli oleh konsumen,dia tidak akan sulit untuk menghitungnya.

    Terima Kasih

    Guntur Adi Putra | gunturhere.blogspot.com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lebih tepatnya Efisiensi Waktu & Tenaga Bapak,..
      Sehingga Produktivitas pun akan tercapai,..

      Delete
  9. BUkan hanya untuk digunakan di pasar swalayan, barcode sekarang digunakan untuk sistem pergudangan pada perusahaan- perusahaan besar diindonesia. Sangat mudah dan effisien sehingga semua barang yang masuk dan keluar pun dapat dengan mudah di data dengan QR Code tersebut. thx infonya

    ReplyDelete
  10. Bagaimana langkah dalam melakkukan registrasi barcode untuk produk dagang serta prosedur penggunaan barcode jika ingin memasarkan ke pasar umum dan luas (public) ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. Berikut ini merupakan langkah dalam melakukan registrasi barcode :

      a. Mendapat Company Prefix GS1
      b. Pemberian Nomer
      c. Pemilihan Perusahaan Pencetakan Barcode
      d. Pemilihan Lingkungan Pembacaan/ Scanning
      e. Pemilihan Jenis Simbologi Barcode
      f. Perencanaan Ukuran Barcode
      g. Perencanaan Format Text Barcode
      h. Perencanaan Pemilihan Warna Barcode
      i. Perencanaan Penempatan Barcode
      j. Verifikasi Kualitas Barcode

      Delete