Tips Memilih
FAN Atau Kipas Prosesor (CPU) Yang Baik
Pernahkah diantara kita selagi asik bekerja
dikantor atau sedang asik main game, tiba – tiba prosesor komputer kita terlalu
cepat panas?... Pastinya hal ini sangat menjengkelkan bukan, apalagi tiba –
tiba terjadi Blue Screen,..
Aduuh,.. Jika demikian, maka kita perlu mendapatkan
kipas CPU yang baru, karena kinerja FAN prosesor mungkin sudah menurun atau
kurang seimbang dengan keluaran panas prosesor. Prosesor yang terlalu panas
dapat menyebabkan komputer menjadi lambat, restart sendiri, komputer hang, bahkan
kerusakan cpu itu sendiri.
Untuk mengetahui suhu prosesor, kita bisa
melihatnya melalui BIOS, dan suhu normalnya berkisar antara 50 derajat celcius.
Selain itu, kipas yang sudah kurang baik biasanya menimbulkan suara yang
bising. Dapat dilihat juga berapa RPM dari fan CPU komputer kita melalui BIOS,
normalnya biasanya masih berkisar diatas 20.000 rpm.
Sistem pendingin untuk prosesor terdiri dari heat
sink dan kipas angin atau Fan. Fan melekat pada heat sink (blok logam
bersirip). Panas yang dihasilkan oleh CPU dialirkan kepada sirip heat sink, dan
kemudian aliran udara yang diciptakan oleh kipas membantu untuk mempercepat
proses pendinginan.
Perlu untuk diketahui bahwa heat sink dan kipas
pada CPU baru, sebagian besar masih memiliki kualitas rata - rata atau
standard,dan hanya mampu mengatasi hawa panas pada penggunaan komputer yang
wajar. Dan jika komputer kita telah overheating, maka itu sangat disarankan agar
segera mengganti fan yang berkualitas tinggi. Bagaimana cara memilih prosesor
yang tepat ?.
Peraturan pertama yang harus diperhatikan dalam memilih sebuah kipas CPU
adalah ukuran dan jenis soket CPU yang sesuai, dan hal ini juga berlaku ketika
kita memilih heat sink. Kipas pendingin yang tidak kompatibel dengan CPU, tidak
akan bisa memenuhi harapan kita. Jadi, sebelum kita mencari model Fan yang
berbeda, pastikan kita mengetahui model yang tepat untuk prosesor kita, serta
ukuran dan jenis socketnya.
Sekarang kita telah menemukan
sebuah merek fan yang bagus dan kompatibel dengan CPU, lalu bagaimana
selanjutnya?. Faktor berikutnya yang perlu dipertimbangkan adalah suara yang
dihasilkan oleh kipas selama berputar. Fan yang lebih besar lebih rendah
menghasilkan noise, jika dibandingkan dengan kipas yang berukuran lebih kecil.
Ukuran Aliran udara adalah ukuran
dari volume udara yang dihasilkan oleh fan yang berputar per menit . Semakin
tinggi aliran udara, maka semakin tinggi kapasitas pendinginanannya. Tingkat
aliran udara berbanding lurus dengan jumlah rotasi per menit (rpm). Fan yang
berukuran lebih kecil memiliki rpm yang lebih tinggi, dan karenanya bisa
mendinginkan lebih cepat dari yang berukuran besar. Bila Anda memilih fan, ambil
yang seimbang tingkat aliran udara dan suaranya.
Overclocking adalah proses
operasi komputer yang melebihi frekuensi clock default atau bawaan. Hal ini
selain membutuhkan peningkatan konsumsi daya listrik, juga mengakibatkan
peningkatan panas CPU. Kelebihan panas yang dihasilkan harus bisa dibuang
secara efektif agar sistem komputer bisa berfungsi dengan baik dan mencegah
kerusakan. Jadi, jika melakukan overclocking komputer, sangat disarankan untuk
mengganti sistem pendinginan prosesor yang lebih efisien (tingkat aliran udara
tinggi).
Ukuran fan yang dipilih juga
tergantung pada jumlah ruangan yang tersedia pada CPU dan area sekitar socket.
Jika komputer kita memiliki ruang yang lebih kecil, maka tidak ada pilihan
untuk tetap menggunakan yang lebih kecil.
Suhu disekitar juga penting untuk
menentukan kipas yang cocok. Jika komputer kita ditempatkan dalam ruangan
ber-AC, mungkin bisa menggunakan kipas CPU yang lebih besar yang lebih rendah
meniupkan volume aliran udara. Namun, jika suhu ruangan relatif hangat, maka
tidak punya pilihan lain selain memilih fan yang lebih kecil dengan tingkat aliran
udara yang lebih tinggi.
Lalu,
jika akan membeli fan CPU, tanyakan juga apakah itu sekalian heat sinknya,
sehingga Anda tidak perlu membelinya secara terpisah. Dan jika anda harus
membeli heat sink tersendiri, cari yang terbuat dari tembaga, bukan aluminium.
Hal ini karena tembaga mengalirkan panas lebih baik daripada aluminium,
sehingga lebih efektif menghamburkan panas.








